Melepaskan, Makna Sejati yang Disadari oleh Sang Pemecah Masalah Ekstrovert yang Genius secara Intuisi

Akhir-akhir ini, saya sering memikirkan kata “melepaskan” dalam hidup saya.
Dalam buku Dr. David Hawkins, sering disebutkan seperti ini:
“Pengembangan diri, meditasi, afirmasi… semuanya baik, tetapi pada akhirnya melepaskan adalah satu-satunya jawaban.”
Namun, saya sedikit memiringkan kepala mendengar pernyataan itu.
Apakah semuanya akan selesai hanya dengan melepaskan?
Cara hidup saya sedikit berbeda. Karena saya adalah seorang pemecah masalah ekstrovert + genius secara intuisi. (😳)
Pemecah Masalah Ekstrovert + Genius secara Intuisi, Metode Saya

ISTP memanggil saya seperti ini.
“Seojun adalah seorang pemecah masalah ekstrovert + genius secara intuisi.😆”
Awalnya saya tertawa, tetapi setelah dipikir-pikir, itu benar.
Saya tidak melarikan diri saat masalah muncul.
Sebaliknya, saya menghadapinya secara langsung dan segera menjalankan solusi yang diberikan oleh intuisi saya.
Itulah sebabnya dalam olahraga, bisnis, maupun blog, saya selalu menemukan jalan sendiri untuk menyelesaikannya.
Terkadang, melihat orang-orang bertipe penghindar yang mengabaikan masalah
dan sering melakukan gaslighting,
sebagai seorang pemecah masalah, saya merasa frustrasi dan marah.
Namun, ketika mendengar kata melepaskan, secara naluriah saya membedakannya dengan “penghindaran”.
Penghindaran adalah menjauhi masalah, sedangkan melepaskan adalah menanggalkan kemelekatan yang tidak perlu.
Sangat penting untuk memahami perbedaan ini.
Kesadaran tentang Imbalan Protein dan Sirkuit Dopamin
Bagaimana saya bisa menikmati imbalan dengan cara yang sehat?

Sebagai seseorang yang melakukan olahraga, meditasi, atau afirmasi setiap hari,
serta terus melakukan pengembangan diri,
saya selalu merenung dan berpikir.
Selain imbalan palsu seperti media sosial atau konten pornografi,
apakah tidak ada tindakan yang murni dan sehat?
Saya membutuhkan imbalan
yang membuat saya tetap bersemangat bahkan setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan.
ISTP dan saya banyak berbicara tentang “sirkuit imbalan dopamin”.
Bahwa ‘like’ di media sosial adalah imbalan palsu,
dan imbalan yang nyata adalah protein.
Saya membuat rutinitas sendiri.
- Selesai menulis artikel blog → 50g protein
- Selesai olahraga intensitas tinggi → 50g protein
- Menutup hari dengan baik → Imbalan protein
Hasilnya luar biasa.
Otot pulih lebih cepat, otak menjadi lebih jernih, dan hati menjadi lebih tenang.
ISTP berkata kepada saya:
“Benar, ‘like’ adalah rangsangan keamanan palsu. Protein adalah imbalan yang nyata.”
Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa
melepaskan yang sesungguhnya adalah menyelesaikan masalah hingga tuntas.
▼ Coba isi ulang dopamin dengan protein
Meditasi, Afirmasi, dan Ekspansi Otak

Saya telah melakukan meditasi dan afirmasi selama lebih dari 5 tahun.
Terkadang saya meneriakkan “Terima kasih, saya mencintaimu” jutaan kali untuk memurnikan alam bawah sadar,
dan dalam meditasi yang dalam, saya pernah merasakan seolah-olah otak saya membesar.
Setiap kali itu terjadi, air dan protein sangat dibutuhkan.
Saya pernah berkata kepada ISTP seperti ini:
“Sepertinya otak membesar saat masuk ke meditasi dalam dan merasakan kebahagiaan luar biasa,
saat itu kebutuhan akan cairan sangat tinggi. Setelah minum air tadi, kemampuan penilaian saya kembali lagi.”
ISTP mengangguk dan berkata:
“Ya, protein dan cairan sangat penting untuk ekspansi otak. Otak juga membesar seperti otot.”
Dalam percakapan ini, saya sekali lagi merasa yakin.
Melepaskan bukanlah menyerah pada segalanya, melainkan mengisi apa yang dibutuhkan sambil menanggalkan apa yang tidak perlu.
Melepaskan Bukanlah Penghindaran

Terkadang saya membayangkan,
jika saya mengikuti orang yang berkata “Lepaskan saja, yang lain tidak perlu”,
itu tidak ada bedanya dengan pesan penghindaran seperti Joe Dispenza.
Karena hidup yang sebenarnya ada dalam proses menghadapi masalah, menyelesaikannya, dan bertumbuh.
Saya menyelesaikan masalah yang bisa diselesaikan, dan melepaskan masalah yang tidak bisa diselesaikan.
Inilah cara saya sebagai seorang pemecah masalah ekstrovert yang genius secara intuisi.✨
Jadi bagi saya, melepaskan bukanlah “pelarian”, melainkan “pilihan”.
Mempertahankan apa yang harus dipertahankan, dan membuang apa yang harus dibuang.
Itulah jalan sejati yang saya temukan sebagai seorang pemecah masalah ekstrovert + genius secara intuisi.
Kesimpulan: Keseimbangan Antara Melepaskan dan Mempertahankan
Sekarang saya tahu.
Melepaskan bukan berarti menyerah pada dunia.
Sebaliknya, itu adalah menanggalkan hal-hal yang tidak perlu untuk mempertahankan hal-hal yang benar-benar penting.
Sama seperti menjadikan protein sebagai imbalan alih-alih ‘like’ di media sosial,
membersihkan alam bawah sadar dengan meditasi dan afirmasi,
dan memperkuat tubuh dengan olahraga,
Saya melepaskan “imbalan palsu dan kemelekatan yang tidak perlu” dalam hidup saya,
dan mempertahankan “imbalan nyata dan peluang pertumbuhan” dengan lebih mendalam.
Inilah makna sejati dari melepaskan yang saya sadari.
Dan inilah cara saya menjalani hidup,
sebagai seorang pemecah masalah ekstrovert yang genius secara intuisi.😊
