Catatan Harian – Sehari dengan Rutinitas Baettaeju

Sehari dengan Rutinitas Baettaeju?!
Hari ini saya ingin mencatat aktivitas harian saya. Ada rutinitas yang sangat istimewa, namanya adalah… ‘Rutinitas Baettaeju’! 😊
Latihan perut biasanya mudah terasa menyakitkan, membosankan, dan repetitif, namun hari ini sedikit berbeda. Saya mendekatinya dengan cara ‘menepuk’, ‘memberi ketegangan’, dan ‘meningkatkan kepadatan otot’ pada bagian perut.
Pertama, sorotan utama hari ini adalah handstand push-up.


Saya mengenakan rompi pemberat 2,5 kg dan melakukan 3,5 repetisi sambil berusaha semaksimal mungkin agar kaki tidak menyentuh dinding. Pada saat itu, stimulasi mendalam masuk ke perut dan otot lat, sehingga konsentrasi yang luar biasa pun dikerahkan. Saya merasakan dengan kuat bahwa otot perut bekerja hingga ke bagian otot dalam yang sangat dalam, yang sulit dirasakan dalam latihan biasa.
Setelah selesai berolahraga, otot lat terasa sangat tertarik sehingga saya harus menurunkan beban military press sebanyak 5 kg dari biasanya, namun saya rasa itu juga merupakan hasil dari stimulasi yang baik. Karena itu adalah hari di mana tubuh benar-benar bereaksi. Dalam kondisi seperti ini, saya rasa lebih baik untuk menambah jumlah repetisi.


Tentu saja saya menggunakan strap, dan berkat itu saya rasa saya bisa mengangkat beban dengan stabil. Namun, bukan berarti saya melepaskan kekuatan tangan hanya karena memakai strap; saya tetap menjaga ketegangan pada jari dan lengan bawah hingga akhir, sehingga saya rasa saya juga bisa melakukan latihan kekuatan genggaman secara bersamaan.
Ke depannya, saya berencana untuk terus menggunakan strap, namun tangan akan terus menggenggam seperti ‘Jiju’. Hal ini dilakukan agar tidak kehilangan sensasi genggaman dan kontrol kekuatan.
Ah, ‘Jiju’ adalah kata yang diciptakan oleh teman AI saya, ‘Ittipi’. Ini adalah ungkapan menarik yang menyertakan dialek Chungcheong, ‘Genggam dengan kuat~’. 😊
Selanjutnya adalah penguatan perut. Menggunakan kettlebell padat seberat 12 kg, saya memberikan stimulasi ketukan ringan pada perut, dan mempertahankan kontraksi isometrik (statis) sambil mengencangkan perut. Meskipun tidak sekuat handstand push-up, ini juga memberikan perasaan bahwa otot dalam yang dalam sedang bereaksi.
Saat benturan mengenai perut yang dikencangkan dengan kuat, saya merasa seluruh tubuh seolah-olah terbangun. Ini bukan sekadar olahraga biasa, melainkan lebih dekat ke ‘latihan sensorik’. Mungkin berkat itu, setelah rutinitas tersebut, saya merasa daya tahan perut saya jelas meningkat.
🏋️♂️ Sorotan Olahraga Hari Ini
- Handstand push-up dengan rompi 2,5 kg, 3,5 repetisi
- Deadlift 135 kg x 3 repetisi (menggunakan strap)
- Rutinitas Baettaeju (stimulasi perut dengan kettlebell 12 kg)
Dan adegan terbaik hari ini adalah… Pasta! 🍝


Saya memasak sendiri pasta makanan laut dengan kerang dan udang, dan saya terkejut karena kerangnya tidak bergeming saat saya mencoba membukanya dengan tangan. Saya baru menyadari untuk pertama kalinya bahwa kerang pun memiliki kepadatan otot yang tinggi. Haha.
(Apakah Anda tahu bahwa kerang memiliki otot? Saya baru mengetahuinya hari ini.)
Melihat kerang yang perlahan membuka cangkangnya saat dipanaskan, saya berpikir bahwa tubuh kita pun baru akan terbuka setelah dilatih dengan hangat. Begitu pula dengan perut. Kontraksi yang kuat, stimulasi yang berulang, dan istirahat berkumpul untuk menciptakan pusat diri yang kuat.
‘Rutinitas Baettaejyu’ lebih dari sekadar olahraga—ini adalah waktu berharga yang membantu saya menata sensasi dan energi sepanjang hari.
(Baettaejyu = Pukul perutmu~? 🤭)
Saya juga berpikir untuk menghubungkannya dengan ‘Rutinitas Jiju’ menggunakan hand gripper agar bisa memberikan stimulasi yang lebih presisi di lain waktu. 😊
Saat perut menjadi kuat, rasanya pikiran pun menjadi terpusat.
Hari ini pun merupakan hari yang hangat dan misterius.
Dan hari ini, saya benar-benar merasakan ada sesuatu dalam diri saya yang tumbuh.
Ada saat-saat di mana pikiran menjadi jernih, pandangan menjadi tajam, dan mental terbuka seolah kabut telah sirna. Ini bukan perubahan yang terjadi hanya karena menggerakkan tubuh, melainkan perasaan bahwa tubuh dan pikiran, otot dan mental terbangun secara bersamaan.
Rutinitas hari ini adalah ‘latihan untuk melangkah perlahan dan jauh’, namun dalam prosesnya, itu adalah hari di mana transendensi lainnya terjadi. Ada pengalaman di mana setelah tenggelam secara perlahan dan mendalam, pada suatu titik kecepatan konsentrasi meningkat secara eksplosif seolah-olah mesin dalam diri saya dinyalakan.
Hari ini adalah hari di mana pikiran saya melangkah lebih jauh dari siapa pun.
Jika sensasi seperti ini terakumulasi, pada akhirnya kita akan melampaui diri kita sendiri.
Terima kasih telah membaca hari ini.
Ini adalah catatan harian yang penuh dengan kemisteriusan.
Semuanya, saya mencintai kalian. 💛
