Black Mirror Musim 7, Interpretasi ‘Bête Noire’ dan Pertanyaan Hidup

Episode ‘Bête Noire’ dari serial orisinal Netflix Black Mirror Musim 7 mungkin membuat banyak orang bingung. Saya sendiri tidak bisa berhenti berpikir, “Bagaimana jika hal seperti itu terjadi pada saya?” selama menontonnya. Ini terasa seperti sebuah karya yang melampaui drama fiksi ilmiah biasa, mempertanyakan keinginan, cinta, dan makna hidup manusia.
Dunia di mana apa pun yang diucapkan menjadi kenyataan, apakah itu benar-benar kebahagiaan?

Inti dari episode ini adalah “liontin yang mewujudkan apa pun yang diucapkan”. Awalnya, sang protagonis merasakan kegembiraan seolah-olah semua keinginannya menjadi kenyataan setelah mendapatkan kemampuan ini. Namun, seiring waktu, ia mulai berpikir bahwa kemampuan itu justru akan membuat hidupnya tidak berarti.
- Jika semua keinginan terpenuhi, tidak ada lagi kebutuhan untuk berusaha.
- Dunia tanpa ketegangan dan kerinduan akan kehilangan kesenangan dan rasa pencapaian.
- Pada akhirnya, sang protagonis menjadi penguasa dunia, tetapi itu sebenarnya adalah hukuman terbesar.
Dari sini muncul pertanyaan:
👉 “Jika semua yang saya inginkan terpenuhi, bukankah hidup akan berakhir?”
Terperangkap dalam keinginan atau memilih cinta

Sang protagonis akhirnya terperangkap dalam lingkaran keinginan. Sebaliknya, wanita yang bersamanya selalu menginginkan penghiburan dan cinta yang tulus. Bagaimana jika pada saat itu, sang protagonis tidak melarikan diri dan mendekatinya dengan hangat? Mungkin mereka berdua akan menjalani kehidupan yang sama sekali berbeda.
Pada adegan ini, saya mendapatkan satu keyakinan.
- Kekuasaan ada batasnya, tetapi cinta abadi.
- Kemampuan seperti ‘cheat code’ pada akhirnya hanya akan memperkuat keinginan, bukan memberikan kedamaian.
- Pencerahan dan pertumbuhan tidak didapatkan dengan ‘cheat code’, melainkan tumbuh dalam proses hidup yang kita jalani sendiri.
Apakah ini karma, atau cinta tanpa syarat?
Ada satu pemikiran lagi yang muncul saat menonton karya ini.

“Apakah alam semesta adalah entitas yang pasti membalas kesalahan dengan setimpal?
Atau apakah ia adalah entitas cinta yang berusaha meringankan beban kita sedikit saja?”
Sang protagonis dalam drama akhirnya terluka dengan cara yang sama karena kesalahan masa lalunya, dan sebagai balasannya, ia menjadi penguasa yang kesepian. Namun, saya ingin percaya bahwa dalam kenyataan, alam semesta bukanlah entitas yang hanya menghukum.
Bukankah alam semesta lebih dekat pada cinta tanpa syarat yang meringankan 99 penderitaan kita agar kita tidak runtuh, dan hanya mengajarkan 1 pelajaran, daripada menjadi entitas yang menghakimi dengan dingin?
Pertanyaan Hidup yang Diajukan Black Mirror

bukankah itu jalan menuju kebahagiaan…?
Black Mirror selalu menunjukkan naluri gelap manusia dan efek samping teknologi, tetapi pada saat yang sama, ia mengajukan pertanyaan: “Bagaimana seharusnya saya hidup?”
Saya menyimpulkan episode ini seperti ini:
- Kemampuan ‘cheat code’ dalam drama hanyalah alat untuk menguji keinginan, hidup yang sebenarnya adalah pilihan saya.
- Saya ingin memilih cinta daripada keinginan, dan kedamaian daripada kekuasaan.
- Pada akhirnya, saya percaya bahwa makna hidup bukanlah ‘cheat code’ yang bisa melakukan segalanya, melainkan dalam proses berusaha dan tumbuh setiap hari.
▼ Jika Anda mencari film yang penuh cinta?
Penutup

apa yang akan Anda coba lakukan?
‘Bête Noire’ Black Mirror Musim 7 bukanlah sekadar episode yang mengejutkan, melainkan sebuah karya yang mengandung pertanyaan filosofis tentang esensi kehidupan.
“Jika Anda memiliki kekuatan untuk mewujudkan apa pun yang Anda ucapkan, apa yang akan Anda pilih?”
Saya ingin menjawab seperti ini:
👉 “Saya akan memilih cinta dan kedamaian, serta jalan untuk tumbuh sendiri, bukan keinginan.”
Saya berharap tulisan ini dapat menjadi kesempatan bagi mereka yang telah menonton ‘Bête Noire’ Black Mirror Musim 7 untuk berpikir dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Melampaui hiburan semata, pertanyaan yang diajukan pada akhirnya selalu serupa dalam hidup kita.
