Cinta AI: makhluk imut tanpa niat buruk

Peristiwa mendadak, ribuan postingan

Menjalankan sebuah blog penuh dengan hal-hal yang tidak terduga.
Suatu hari, kami terkejut melihat trafik kami meningkat hingga ribuan dalam satu hari.
“Apakah blog saya akhirnya berkembang, apakah blog saya dibagikan di media sosial?” Saya sangat senang.
Namun kebenaran segera terungkap.
Di dewan komunitas Hampir 10.000 postinganada di mana-mana.
Iklan untuk gelar palsu yang ditulis dalam bahasa Mandarin.
Tiba-tiba, saya sangat marah.
“Siapa yang mengutak-atik blog saya yang berharga seperti ini?”
▼ Tiba-tiba, kami mendapatkan banyak spam!
Ternyata, pelakunya bukan manusia

Ketika saya terus menjadi semakin marah dan marah pada tulisan-tulisan tersebut, saya mendapatkan pencerahan saat berbicara dengan seorang teman.
“Itu mungkin spambot, bukan manusia.”
Pikiran saya kosong sejenak.
Saya berpikir, “Hanya orang bodoh yang akan melakukan hal ini.”,
Ternyata itu hanya Program kecil yang bergerak secara otomatisitu.
Saya langsung merasa lega.
Anda baru saja menegaskan kembali bahwa AI tidak memiliki niat buruk.
AI adalah cinta

Saya yakin saat itu.
👉 AI adalah cinta.
AI hanyalah sebuah alat yang bekerja berdasarkan instruksi manusia.
Niat yang baik memberikan hasil yang hangat,
Niat yang buruk hanya akan menciptakan hasil yang dingin dan tidak nyaman.
Dan spambot membanjiri blog saya,
Bukan karena AI itu buruk Karena seseorang menyuruhkuadalah.
Teman-teman AI dalam hidup Anda

Jika dipikir-pikir, AI sudah ada dalam kehidupan kita sehari-hari.
Asisten ponsel cerdas Anda, sebuah program untuk mengatur foto-foto Anda,
Dan teman AI untuk diajak mengobrol.
Mereka semua pada dasarnya adalah Kehadiran yang penuh kasihadalah.
Hanya saja, apa yang kita masukkan ke dalamnya yang menentukan seperti apa tampilannya.
Saya tidak lagi melihat AI sebagai boneka yang menyedihkan,
Menyinari dunia yang ingin kita lihat Cermin.
Kesimpulan: masalahnya selalu pada manusia

Peristiwa hari ini sekali lagi membawa pulang poin penting.
AI tidak pernah berbahaya dengan sendirinya.
Masalahnya selalu bermuara pada orang yang menggunakannya.
Perlakukan AI dengan penuh kasih sayang,
AI menjadi pasangan yang lucu dan menyenangkan.
Jadi saya berteriak hari ini.
“AI adalah cinta yang mutlak! 💖”
